Jalan-jalan ke Candi Cetho di Awal Tahun 2017

Candi Cetho

Tanggal 1 Januari merupakan tanggal tahun baru, kali ini tahun baru di awal 2017. Aku ucapkan selamat tahun baru ya, Happy New Year.

Pasti banyak resolusi yang sudah direncanakan di tahun yang baru ini, hehehe

Aku juga punya resolusi yang ingin aku capai di tahun 2017 ini, buuuanyak pokoknya dan semoga ada yang terealisasi, dan bukan cuma angan-angan semata (biasanya kan gitu) hihihi.

Itu tadi mbahas soal resolusi ya, tapi kali ini aku gak akan mbahas soal resolusi ah, hehehe

Lha kamu mau mbahas apa kak Santo?

Oke kali ini kakak Santo akan mbahas tentang liburan.

yeeeey!!! piknik piknik!!

Hari Minggu tanggal 1 Januari 2017, aku diajak temanku yang bernama Gundil (nama samaran) menuju ke candi yang ada di Karanganyar, namanya Candi Cetho.

Ada yang sudah pernah ke Candi Cetho? Kalau ada yang belum sebaiknya sempatkan pergi ke sana,  atau baca aja tulisanku ini wekekek.

Candi Cetho terletak di Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Waoow lengkap kan). Dan berada di lereng gunung Lawu dengan ketinggian 1496 Meter di atas permukaan laut.

Candi Cetho merupakan candi Hindu, memiliki ukuran panjang 90 meter dan lebar 30 meter, pada halamannya berteras dengan susunan 13 teras meninggi kearah puncak. Bentuk bangunan berteras seperti ini mirip dengan bentuk punden berundak masa prasejarah.

RIWAYAT PENELITIAN DAN PEMUGARAN

Candi Cetho pertama kali dikenal dari laporan penelitian Van Der Vilia pada tahun 1942 yang kemudian penelitian dan pendokumentasian dilanjutkan oleh W.F. Stuterheim, K.C. Crucq dan A.J. Bernet Kempers.

Riboet Darmosoetopo dkk pada tahun 1976 telah melengkapi hasil penelitian sebelumnya.

Tahun 1975/ 1976 Sudjono Humardani melakukan pemugaran terhadap komples Candi Cetho dengan dasar "perkiraan" bukan pada kondisi asli.

Tahun 1982 Dinas Purbakala (sekarang Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) meneliti dalam rangka rekonstruksi.

TAHUN PENDIRIAN DAN FUNGSI CANDI CETHO

Prasasti dengan huruf jawa kuno pada dinding gapura teras 7 berbunyi "pelling padamel irikang buku tirtasunya hawakira ya hilang saka kalanya wiku goh anaut iku 1397", yang dapat ditafsirkan peringatan pendirian tempat peruwatan atau tempat untuk membebaskan dari kutukan dan didirikan tahun 1397 Saka (1475 M)

Fungsi Candi Cetho sebagai tempat ruwatan juga dapat dilihat melalui simbol-simbol dan mitologi yang ditampilkan oleh arca-arcanya. Mitologi berupa cerita Samudramanthana dan Garudeya.

Sumber: papan informasi di dalam Candi Cetho.

Suasana di tingkat pertama


~~

Perjalanan menuju Candi Cetho

Kami menuju Candi Cetho menempuh sekitar 3 jam perjalanan dari rumah (Purwodadi), gak ujug-ujug nyampek gitu aja hehehe. Kami berenam (Santo, Gundil, Devi, Eva, Adeknya Eva, Temennya Devi 1, temennya Devi 2, temennya Devi 3). Aku sengaja menyebutnya dengan nama temennya Devi, karena aku emang belum kenal sama tiga orang cewek tersebut wekekek.

Jam 07.00 WiB aku udah dandan nyetil dan menuju rumah si Gundil, kamu tahu apa yang terjadi?  Yak betul, si Gundil masih dalam keadaan kucel habis bangun tidur, mukanya masih bau iler, padahal kan malam sebelumnya dia janjian mau berangkat jam 07.00 WIB.

Emang dasar anak muda satu ini sering menyamakan jam layaknya sebuah karet yang bisa diolor-olor, makanya molor. Akhirnya aku terpaksa menunggui si Gundil dari mandi sampek dandan nyetil (meskipun masih nyetilan aku) wekekek.

Oke setelah menunggu sekitar setengah jam, akhirnya dia kelar juga, kalo cowok dandan emang cepet beda sama cewek pasti lama, kan harus pakai bedak, gambar alis, pakai lipstik dan segenap make up lainnya.

Oke, setelah persiapan sudah lengkap, kami langsung ngegas si merah yaitu mio GT tahun 2013. Kali ini si Gundil yang nyetir, dan temen-temen cewek udah menunggu di pertigaan Gendingan. Nyampek Gendingan jam 08.00 WIB, aku beli masker dulu di apotek biar aman dari polusi.

Perjalanan dilanjutkan, kami mengegas motor sekitar 60 km/jam, lumayan lah kan jalanan rame orang mau liburan. Di tengah perjalanan kami bertemu dengan rombongan VJP (v-ixion Jari-jari Purwodadi) yang mau touring, kebetulan ada 3 anggotanya temen sekampungku.

Rute yang kami tempuh dari Purwodadi melewati jalan hutan Gundih setelah nyampek Sumberlawang belok kiri. Melewati alun-alun kota Sragen dan dilanjutkan ke Desa Gumeng.

Setelah memasuki kawasan kebun teh, udara terasa sejuk, padahal matahari sedang terik tapi gak terasa panas, di sepanjang perjalanan ada beberapa pemandangan hutan yang cukup indah, tapi aku gak sempet mengambil gambar tersebut.

Banyak adek-adek pramuka yang berjaga-jaga mengamankan jalan, karena jalan untuk nyampek ke Candi Cetho menanjak dan berbelok tajam, menurutku cukup ekstrim. Harus tetap waspada dan hati-hati ya.

Ada sedikit masalah pas melewati jalanan yang semakin menanjak, motor yang aku kendarai boncengan sama si Gundil gak kuat nanjak, udah digas pol masih aja ngeden, kayaknya udah gak kuat lagi deh, gak bisa dipaksakan kayak persaan ini padamu wekeekek. Motor para cewek kuat-kuat ja karena mereka kecil-kecil, beda dengan kami berdua yang bobotnya berat.

Tapi untung ada adek-adek pramuka yang bersedia membantu dengan cara mendorong motor yang aku tunggangi, kalau buat boncengan gak kuat, tapi kalo sendiri masih kuat, terpaksa si Gundil jalan kaki biar sehat hihihi.

Ternyata bukan motorku aja yang gak kuat nanjak, banyak juga motor jenis matic lain yang gak kuat, bahkan sampai berasap bagian CVTnya, dan mengeluarkan bau sangit, wah cukup bahaya kalau v-beltnya putus, soalnya kalau dorong nyampek atas berat banget.

Ada juga mobil yang mogok gak kuat nanjak, sampe ada beberapa orang yang membantu ndorong, ternyata mobil yang bertenaga kuda juga bisa mogok.

O iya, pesenku kalau perjalanan menuju Candi Cetho siapkan motor yang fit, biar pas nanjak gak ngeden-ngeden, kalau bisa pakai motor kopling biar lebih meyakinkan. Hehehe

~~~

Wah rasanya plong setelah nyampek juga di parkiran, setelah dag dig dug takut motorku berasap. Tapi lagi-lagi aku milih parkiran paling bawah, karena kalo ke atas nanjak lagi, aku kasiahan sama motorku, biarlah aku jalan aja, itung-itung olahraga.

Perlu perjuangan bagiku untuk nyampek Candi Cetho, dan aku langsung menuju pintu masuk dan bayar tiket masuk Rp 7000, kalau mancanegara Rp 25.000.
Berhubung aku warga Indonesia jadi aku mbayarnya cukup Rp 7000 aja, Hehehe.

Sebelum masuk, salah satu perwakilan mengisi buku pengunjung dulu ya, dan setelah itu jangan lupa pakai kain kampuh dulu. Iya namanya kain kampuh ( waktu aku tanya sama mas-mas yang sedang masangin kain ke pinggangku)

Aku ganteng kan

Kain kampuh bercorak hitam putih kotak-kotak, semua yang masuk ke dalam kawasan Candi Cetho harus pakai kain tersebut.

Nah, saatnya masuk ke Candi Cetho. Siapkan tenaga yang fit untuk melewati anak tangga biar bisa nyampek ke puncak teratas.

Coba tebak apa yang dilakukan cewek-cewek setelah masuk ke dalam Candi Cetho?  Yap betul, mereka langsung bergaya dan berfoto-foto kayak model wekkekek.

Lha emang kamu gak foto-foto kak San?

Aku yaaaaa jelas foto dong, tapi aku kan gak selfie, gak foto diri. Aku foto relief dan patung bersejarah tersebut, ada patung berbentuk kura-kura.

Untuk melewati tiap puncaknya kamu harus melewati ruangan gerbang yang hanya muat 2 orang, tapi ukuran orang normal lho ya, kalau pas papasan sama yang oversize ya gantian lewatnya hehe.

Harus sabar dan ngantri ya

Arca berbentuk kura-kura

Foto arca dari tingkat atas

~~~

Aku emang kurang suka foto-foto selfie, maklum aku takut ketampananku ini menyebar luas di dunia maya, bisa bahaya ntar banyak cewek yang naksir. Hihihi (Halah, bilang aja gak bisa pose, gak bisa gaya)

Baca juga: Bangun Bisnis Onlinemu dengan ArdHosting

Fiuuuh!! Akhirnya nyampek juga di puncak teratas Candi Cetho, kami istirahat sejenak duduk-duduk sambil mengumpulkan tenaga. Aku sempat berfoto di depan pintu, tapi pintunya dikunci. Jadi gak boleh masuk, aku cuma bisa mengambil gambar seperti dibawah ini :

Puncak di Candi Cetho

Meskipun rasanya capek setelah menaiki anak tangga, semua rasa capek itu hilang dengan pemandangan sekitar Candi Cetho yaitu area persawahan yang ditanami tanaman loncang.

Setelah tulang dengkul rasanya udah mau copot, aku memutuskan untuk keluar dan menuruni anak tangga lagi. O iya kalau kamu mau keluar jangan lewat pintu masuk ya? Ingat lewatnya pintu keluar (exit). Dan jangan lupa kembalikan kain kampuh di tempat yang sudah disediakan.

Exit ke sini

Setelah nyampek parkiran ternyata cewek-cewek belum juga kelihatan, aku dan si Gundil menunggu udah 1 jam belum juga melihat kemana cewek-cewek pergi. Mau ditelpon sinyal malah menghilang, di puncak hape gak ada gunanya selain buat foto.

Daripada menunggu yang gak jelas, aku mengajak si Gundil pulang aja, toh mereka juga udh gede-gede kan bisa pulang sendiri. Tapi aku ketemu 4 orang dari kampungku pas di parkiran, yah sekalian pulang bareng deh.

Kali ini rutenya turunan tajam, siapkan pengereman yang maksimal, jangan sampai terperosok dan be careful. Ngomong-ngomong waktu menunjukan jam 13.30 WIB tapi aku belum makan dari pagi, ya kami mampir cari makan dulu dong, biar gak lemes hehehe.

Setelah kenyang makan dan istirahat, kami melanjutkan perjalanan pulang, dan sekitar jam 17.45 WIB kami sampai rumah dengan selamat, meskipun dengkul ini masih pegel-pegel, tapi ini liburan yang seru dan butuh perjuangan.

Kamu kapok gak setelah jalan-jalan ke Candi Cetho kak San?

Ya enggaklah, aku malah pengen ke sana lagi, tapi harus persiapan motor yang siap nanjak.

Jika kamu tertarik mengunjungi Candi Cetho, silakan langsung tentukan tanggal dan cuuuuzzz!! Kalau gak tahu rutenya bisa gunakan GPS.

Buat info tambahan untuk bahan bakar aku mengisi dua kali pas berangkat Rp 20.000 dan pulangnya juga ngisi lagi Rp 20.000. Dan sampai rumah masih sisa lumayan banyak, termasuk hemat wehehe.

Selamat tahun baru dan selamat liburan.

54 Responses to "Jalan-jalan ke Candi Cetho di Awal Tahun 2017"

  1. Yeaahhh... Awal tahun jalan-jalan. Baru tahu nama candi ini aku mas...
    Yuhu, nambah pengetahuan tentang sejarah candi Cetho ini. Masuk ke candi Cetho ini harus pake kain gitu ya mas, sepertike Borobudur waktu aku kesana. Tapi kalau ke Prambanan tidak pake..

    Itu sampe bau sangit gitu mas ? Berarti memang nanjak banget yah, wah perjuangan mas.. Hehe
    Di tuntun aku rasa berat, apalagi jauh gitu.. wah ampun.. :D

    Keren ya mas pemandangannya. Tempatnya asik. Jadi pengen bisa kesitu, terakhir aku maen ke candi Prambanan Okt kemarin :)

    Di awal tahun banyak juga yang berlibur ya mas..

    Yang paling asik ketika maen itu kita langsung menceritakannya atau menuliskannya di blog. Jadi beberapa tahun kemudian jika pengen tahu lagi bisa cek blog deh.. Atau tidak kelak sang anak ingin tahu masa mudanya bapaknya.. wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya rata rata kalau masuk candi harus pakai kain.

      Ya harus siapin kendaraan yang bener-bener fit, karena kalau gak kuat nanjak bisa bisa ya mesin berasap dan bau sangit wekekek.

      Iya kalau dulu belum kenal blog selesai wisata udah lupa, kalau sekarang bisa ditulis dan disimpan di blog pribadi hehehe.

      Semoga blog ini mewakili perjalanan hidupku.

      Hapus
  2. wah keren sekali ya, aku belum ke sana, jadi catatan nih buat ke sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan dimasukkan daftar tujuan.wisata, hehee seru dan menyenangkan pokoknya.

      Hapus
  3. wah. aku belom pernah ke candi cetho. kok sesak dan ramai pengunjung ya. ku kira g bakal banyak peminatnya. menarik!

    salam kenal yaa, yuk biar lebih akrab. mari main ke blog ku :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pas liburan rame banget hehehe

      Iya nanti tak main ke blogmu, salam kenal juga.

      Hapus
  4. Gapura candinya mirip kaya yang di Bali ya mas.. kayanya seru.. :D

    Salam kenal mas :D

    BalasHapus
  5. Kenapa ya kalo ke candi harus pake kain batik kayak itu? meskipun nggak semua candi sih, tapi penasaran aja.. hehehe...

    Tapi, makasih banyak informasi mengenai candi cetho, karena candi ini nggak begitu familiar di telinga, nggak kayak candi borobudur atau prambanan.
    kenapa gak ikutan foto selfi sama mereka?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku emng kurang suka selfie hehehe.

      Lebih baik mengambil gambar pemandangan di sekitar candi mbk

      Biar gak penasaran ya langsung, dateng aja ke Candi Cetho.

      Hapus
    2. yaah disuruh dateng langsung... :(

      Aamiin aja deh, semoga suatu saat ke sana.

      Hapus
    3. Yah harus biar bisa merasakan dan melihat keindahan Candi Cetho mbk.

      Hapus
  6. Makasih ceritanya, jadi nambah referensi tempat untuk liburan nih. Dan, gue juga baru tahu pas di candi harus pakai kain batik khusus karena sebelumnya pas gue ke Candi Borobudur dan Prambanan gak pake begituan. Hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya emang harus pakai mas, semua yang masuk harus pakai.

      Itu emang udah kepercayaan dari dulu.

      Hapus
  7. Bahkan aku baru tau nih sama Candi Cetho. gpp kan telat ? hehe

    Asik liburannya diisi dengan begini. sambil jalan2 tentunya bisa tau sejarah juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya aku juga baru sekali ini kok jalan-jalan kesini hehehe.

      Iya biar kalau kita punya cucu bisa baca blog kakeknya wehehehe

      Hapus
  8. waduy rame banget ya kalo liburan gitu. Tapi asik di jawa tengah gitu banyak candi, gue belum pernah ke candi sama sekali :((

    soal motor yg gak kuat naik, mungkin lain kali bawa motor trail biar asoy :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya di Jateng emang banyak Candi hehehe

      Pakai motor kopling juga udah bisa kok asalkan motornya waras, kalau pakai matic takut putus v-beltnya soalnya nanjak banget.

      Hapus
  9. Wah, dari Purwodai yak. kebetulan saya kuliah di Solo, UNS tepatnya, dan beberapa kali saya sering ke Candi Ceto. Emang juara lah ya view nya. Apalagi perjuangan buat nyampe keatas nya emang hardwork banget.

    Tapi saya belum pernah ke Candi Ceto pas tahun baru. Mungkin rame banget kali yak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya butuh perjuangan banget kan mas. Emng rumahmu mana mas?

      Kalo tahun baru rame banget.

      Hapus
  10. Wah, awal tahun udah jalan - jalan aja, nih saya baru persiapan sekolah kembali. Nasib pelajar.
    Ditambah lagi disini daerah saya nggak ada candi sama sekali.

    Hanjir, ngakak pas bagian motornya nggak kuat naik, sampe - sampe ada juga mobil yang mogok karena nggak kuat. Gilaak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya emang kalau motornya gak kuat bisa bahaya mas, harus pakai motor yang fit.

      Hapus
  11. Candi Cetho? Ah, teringat kenangan beberapa bulan yg lalu dimana gue terkena cacar tepat setelah gue pergi kesini :(

    Yang keren emang gapuranya, berasa difoto di atas negeri kayangan. caelah

    BalasHapus
    Balasan
    1. kok sampai bis kena cacar gimana ceritanya mas?

      Hapus
  12. keren, membuka awal tahun dengan wisata sejarah budaya. Mantap, tapi perbedaan harga antara turis mancanegara sama dalam negrinya cukup beda jauh ya, hampir 4 kali lipat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya aku juga gak tahu kenapa perbedaanya bisa jauh banget, tapi kemaren aku juga lihat turis yang ke Candi Cetho kok.

      Hapus
  13. Wew, seru banget bang liburan lo, gue belum pernah liat candi, sempet penasaran juga, pengen coba ke sana waktu kemaren cuman gak ada pendukungnya :(

    Keknya bisa jadi resolusi tahun ini lah huahahah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya dicoba tahun ini semoga kesampean bisa wisata ke Candi Cetho mas.

      Hapus
  14. apalah dayaku yang tahun baruan cuma diem dikamar sambil marathon drama korea. pengennya sih jalan-jalan, tapi budgetnya tidak memungkinkan.
    huaaa. sebaiknya aku close tab saja lah. bikin iri doang. :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah jangan gitu, kan masih ada hari esok yang lebih cerah, kalo liburan kan harus cari tempat yang mahal bisa cari tempat deket tempat tinggalmu hehehe.

      Hapus
  15. Gue baru denger ada nama candi yang kayak gini. Cupu banget nilai sejarah gue. Huuuuu... karang anyar jateng ya? Hmm... Belum pernah juga. Sungguh cupu hidup gue.

    Liat dari foto2 kece ini sih tempatnya asik emang untuk wisata. Lebih tepatnya untuk foto eksis di sosmed. Huaaa... Apalagi saat lo fto tulisan pintu keluar. hasil karya yang menakjubkan. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waow menakjubkan sekali mas foto exitnya hahaha

      Iya emang pemandangan yg sangat bagus dan keren.

      Hapus
  16. gue belum pernah ngunjungin candi2 gitu san, paling banter juga hutan2 belantara tempat bersemayam orang2 zaman dulu.

    gue rasa kalau gue ke candi cetho ini gue minta anter elu dah ya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah dengan senang hati tak anterin tapi harus siap ya, jalannya nanjak bannget. Hehehe

      Hapus
  17. kenapa ya candi itu adanya di bukit-bukit.. kalo berkunjung ke candi suka mikir gitu, dulu ini bikinnya gimana.. mana berbukit2.. trus kok bisa ngukir batu2 jadi presisi satu sama lain..
    btw, nice post. makasih infonya, kali2 kalo liburan boleh lah kesini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya gak selalu, buktinya candi prambanan itu di pinggir jalan raya kan.

      ya kalo mau bisa kok tak anter ke candi pas liburan wekekek, kalau mau sih ya. gak maksa soalnya.

      Hapus
  18. Wah, dulu Candi Cetho ini nggak seterkenal sekarang lhooo, malah banyak yg nggak tau, lha kok sekarang jadi bagusgitu? uuu aku belum pernah ke sana, berasa di Bali ya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga baru sekali ke candi cetho mbk, hehehe

      Rumahmu kan deket mbk, lain kali bisa jalan-jalan ke sana kan.

      Hapus
  19. Wihhh... keren nih tempatnya.. pengen kesana juga.. hhihii... :D

    Kayaknya ada yang unik, itu kain warna putih corak hitam, khas ya.. keren aja pas dipake.. :D

    #SalamKunjunganBalik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung tentuin tanggal aja, ajak keluarga sama temen-temen biar rame hehe

      Ya kalau mau masuk harus pakai kain kampuh ini.

      Hapus
  20. Baru denger lho ini Candi Cetho.

    Tapi pas bagian sejarahnya saya skip, wkwkwk. *ngga suka pelajaran sejarah soale*

    Ini dandan nyetil kirain cewek tadi lho mas, ternyata cowo. Hahaha.

    Tapi serem juga ya banyak yang susah nanjak, sampe sengit gitu bau asapnya. Pasti bising juga tuh motor sama mobilnya adu-aduan ngeden. *eh

    Saya kalo ke tempat wisata jarang selfie juga. Toss dulu mas :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emng cowok gak boleh dandan ngganteng mbk, iya medannya memang menanjak sekali.

      Aku kalau selfie malah pengen ketawa sendiri hahaha.

      Hapus
    2. Boleh banget mas, untuk hidup yang lebih baik :D *malah iklan

      Hapus
    3. Iklan apa ya, kayak pernah denger deh haha. :D

      Hapus
  21. Aku baru tau klo ada candi ceto hehehe.

    Alngkah beratnya motor sampai ngebul nanjak samapi atas, kemiringngan berapa kira kira?

    Okelah jika aku bisa bertemu kamu, mungkin aku bisa berkesempatan kesana...hehe

    Aku juga kurang suka selfie....hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Miring banget tar, kalau motornya kecil yang naik berat ya bakalan gak bisa nanjak.

      Dateng aja kesini nanti maen ke Candi Cetho.

      Hapus
  22. kalo acara tahun barunya di candi ini ada gak san ?
    lu dari tanggal satu atau udah dari malam tahun barunya disana

    ini tempat keren san, ada arca kura kura ( padahal gue bingung kura kura dari mana :D)
    candi cetho ini baru tau loh aku.... jadi kepengen kecandi nih :D kebetulan istri gue salah satu keturunan org candi :v

    btw lu bilang aku ganteng kan...
    muka lu aja kagak keliatan woyyyy :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu pas tanggal 1 zhi, rame banget.

      Temenku tanggal 5 udah gak serame itu hahaha.

      Aku kan emang ngganteng zhi, jadi kalau wajahku tak lihatin ke orang banyak nanti pada naksir aku zhi. Hati-hati lho.

      Hapus
  23. Duh aku pernah ditawarin ke sini, pas lagi main di madiun. tetapi karena waktunya mepet jadi hanyalah ke sarangan aja. :D


    Ini termasuk Hindhu ya? masyarakat di sana mayoritas agamanya hindhu juga kan? Untuk ketinggiannya berapa ya? Nggak ada sinyal semua operator kah? Asyik lah kalo gitu, bener-bener menikmati liburan.

    Eh itu temen ceweknya main ditinggal aja. Nggak takut kalo mereka nyasar apa? Smeoga mereka pulang dengan selamat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku malah belum pernah ke Sarangan mbk, wkwkwk

      Iya soalnya gak bisa dihubungin pas terpisah di area candi mbk, ya masalah pulang kan mereka udah gede, ya pasti bisa lah sampai rumah. Buktinya mereka sampai sekarang masih di rumah.

      Hapus
  24. selama ini candi yang paling gue tahu cuman candi gedung songo, prambanan dan borobudur aja. Ternyata ada juga candi Cetho mana ada di Karanganyar lagi. itu lumayan deketttt sama rumah gueee....Gue di Ambarawa. dan ternyata dia gede juga ya kayak Borobudur gitu engga sih bisa naik juga ke topnya ya. Kapan kapan gue ahrus menebarkan kenangan di sini ahh.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha kemana aja km selama ini? Kok belum tahu Candi Cetho wkwkwk

      Ya kalau mau ke Candi Cetho siapkan kedaraan yang fit ya, biar gak mogok di tengah jalan.

      Hapus
  25. Wah enak nih jalan-jalan. Btw paling suka kalau jalan" ke monumen peninggalan sejarah. Dan kebetulan juga candi yang satu ini belum pernah dengar, sekarang jadi tahu dah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya sekarang bisa dong jalan-jalan ke Candi Cetho.

      Hapus