Pengangguran ala Santoz Ahmad

santoz ahmad


Sebagai laki-laki yang ngganteng dan bertanggungjawab sudah semestinya aku ini harus punya penghasilan, dan penghasilan itu berasal dari yang namanya pekerjaan.

Tapi saat ini aku sedang dalam keadaan yang tidak mengenakkan, serba salah dan isi sendiri lah.

Sebenarnya aku ini berada dalam usia produktif yaitu antara 15-64 tahun, yang artinya aku harus punya suatu kegiatan yang menghasilkan uang, disebut juga pekerjaan.

Dulu aku pernah merasakan jadi laki-laki yang harus bangun pagi berpakaian celana kain, kemeja rapi, sepatu hitam khas pekerja kantoran, dan wangi tentunya.

Setiap hari senin sampai jum'at jam 07.00 pagi sudah tiba di sebuah bangunan yang bernama kantor, ya kantor sebuah bank swasta yang berada di kota Purwodadi.

Eh, Kak Santoz ngapain pagi-pagi udah dateng ke Bank?

Ya kerjalah!!

Iya perlu kamu ketahui aku bekerja di Bank Bukopin, bank mitra pensiunan cabang Purwodadi, kerjanya sih di lapangan,  pagi ngantor dan disambung briefing dari atasan, lanjut jam 09.00 meluncur ke lapangan.

Teman sekantor


O iya sebelum meluncur aku gak lupa minta data pensiunan yang harus aku kunjungi rumahnya dan kalau beruntung disambut dengan ramah, kalau nasib lagi apes bin gak beruntung baru permisi di depan pagar aja udah diusir. Are you serious San?  Yes itulah lika-liku pekerjaan hahaha.

Mungkin dikira mas-mas yang ngganteng ini mau minta sumbangan atau sales kompor gas kali hihihi. Lha wong aku ini mau ngasih uang kok malah diusir, ya gak ngasih cuma-cuma sih, syaratnya harus dituker sama SK pensiun. Mudah kan?

Yang namanya kerja ikut orang, dibayar orang ya harus ngikutin peraturan dan perintah atasan dong, gak boleh seenaknya sendiri. Meskipun di lapangan gak bisa dipantau secara langsung oleh atasan, tapi inget lho sama yang di atas (inget masih ada Allah yang selalu tahu apa yang kita lakukan).

Bekerja itu kan amanah, kita dibayar untuk ikut memajukan masa depan perusahaan, yap apalagi aku ini seorang Marketing, tugasnya ya jualan produk kantor.

~~~~

Bekerja juga ibadah lho, kalau bekerja sesuai aturan dan ikhlas maka akan dapet bayaran yang setimpal. Apalagi buat yang udah berkeluarga kan harus menafkahi keluarganya.

Kalau Kak Santoz buat nafkahin siapa?

Please, jangan tanya soal itu, aku ini masih sendiri. Sendiri itu bebas kayak burung terbang tinggi di angkasa, hahahaha

Braaaakkk!!!  Burungnya ketabrak pesawat dan jatuh tak beraturan ke tanah.

Sakiiittttt!!  

Oke, lupakan kejadian yang menyababkan sakit di atas, lanjutin aja ke inti tulisan ini. Siap Kak!!

Bagi kamu yang belum bekerja dan dalam usia produktif, ya segeralah nyari kerja atau bisa juga menciptakan lapangan pekerjaan kan bantuin ngurangin pengangguran. Prook!! Proook!!  Proook!!

Kalau bisa bekerja ya yang halal, yang sesuai dengan passioon kamu, biar pas bekerja gak ada pertempuran batin yang bikin kamu gak produktif dan akhirnya cuma makan gaji buta.

Bekerja ya harus propesional dong, kerahkan semua kemampuanmu, kasih yang maksimal untuk perusahaan.

"Meskipun gak membuatmu kaya, bekerjalah dengan sungguh-sungguh"

Karena akan ada waktunya sendiri kamu istirahat, kan ada hari libur, biasanya sih hari minggu, ada juga yang sabtu minggu. Kalaupun kamu harus lembur kan ada uang tambahan, lumayan kan untuk beli susu anak hahaha.

~~~~

Tapi sekarang hari-hariku udah berbeda gak seperti dulu lagi. Aku sekarang sudah tidak jadi laki-laki yang bekerja di Bank lagi. Hari-hariku bebas gak harus berangkat ke kantor, gak harus pergi pagi pulang malem. Kalau pulang telat selalu ditelpon ibuku. Hihihi emang aku ini anak manja kok.

Meskipun berat tidak bisa kumpul bareng temen kantor lagi, tapi itulah kenyataannya, gak bisa ketemu dengan pensiunan yang berbeda-beda sifatnya.

Semua itu aku lakukan demi seseorang yang bernama Ibu, ya buat ibuku.

Karena ibu lebih membutuhkan aku daripada perusahaan itu, saat aku berhenti bekerja tetep bisa jalan kok perusahan tersebut. Masih banyak calon karyawan lain yang mengantri di luar sana, dan lebih baik dari diriku ini.

Ibuku sedang sakit, beliau butuh pengobatan jangka panjang, dan setiap dua minggu sekali harus periksa mata ke Rumah Sakit yang berada di Semarang, kalau naik motor 2 jam perjalaan.

Karena aku yang bisa diandalkan ibuku saat ini, adekku sedang sekokah di Jakarta. Mau nyuruh sodara ya gak enak kalau keseringan nyuruh, mereka juga punya kesibukan masing-masing.

Aku anak laki-laki harus berguna dan jangan sampai bikin ibu kecewa. Masalah pekerjaan, rejeki sudah ada yang ngatur.

Rumah Sakit yang di Purwodadi (tempat tinggalku) menyarankan agar ibuku di bawa ke RSUP yang berada di kota Semarang.

Berangkat jam 05.00 pagi dan pulang jam 17.00 sore harus aku tempuh bersama ibuku, aku memilih naik motor karena kalau naik mobil ibuku mabok darat, muntah-muntah. Dulu pernah naik mobil disepanjang perjalanan ibuku malah muntah-muntah sampai hampir semaput, c'mon mom u can do this!! 

~~~~

Semua ini aku lakukan demi kesembuhan ibuku, ibu Siti Aminah yang dulu melahirkan bayi laki-laki ngganteng bernama Ahmad Santoso (23) dan adekku Aldi Setiawan (18).

santozahmad.com

Aku jadi inget perkataan pak Kyai yang mengisi pengajian, beliau berkata "satu ibu bisa membesarkan 10 anak, tapi 10 anak belum tentu bisa merawat satu ibu". Sungguh kasih sayang ibu itu gak ada batasnya buat anak-anaknya. Tapi sebesar apapun yang dilakukan anak gak akan bisa membalas kasih sayang yang diberikan oleh ibu kepada anak.

Aku jadi sedih nih Kak San, jadi inget ibu di rumah.

Makanya mumpung orang tua masih hidup lakukan yang terbaik dan layanilah mereka dengan ikhlas. Maka hidupmu akan barokah nak.

Aku sudah sebulan ini menganggur, waktuku makin banyak meskipun uangku pas-pasan, ada baiknya juga aku tidak bekerja, aku lebih rajin ibadah, lebih sering jama'ah bersama ibu dan ngobrol sama ibu.

Harapanku aku bisa melihat ibuku sembuh lagi seperti dahulu, bisa melihat aku dan adikku jadi orang sukses. Bisa menimang anakku kelak, sehat terus ya buat ibuku, Love you.

Jika kamu pernah mengalami kejadian atau akan memilih kejadian seperti yang aku alami, utamakan orang tua, percayalah doa orang tua itu lebih ampuh dan paling ampuh.

Ya inilah sedikit cerita yang mengisi hari-hariku, banyak pelajaran kehidupan di dunia ini, intinya orang hidup itu harus hati-hati, percaya atau tidak keajaiban itu ada dan bisa menghampiri setiap orang yang benar-benar ikhlas menjalani kehidupan yang hanya sementara ini.

15 Responses to "Pengangguran ala Santoz Ahmad"

  1. penasaran dengan poto ibu nya hahaha

    mas paling ganteng diantara mereka hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah haha, masak aku paling ganteng. Makasih

      Hapus
    2. Jangan2 mba yg diatas mau kenal Ibunya trus...... #Ehh

      Hapus
    3. Jangan-jangan lho mas Andi hehehe.

      Hapus
  2. Katanya meluncur ke lapangan
    Tapi kok bwrkunjung ke rumah?
    Rumah kan bukan lapangan
    Kalo berkunjung ke stadion masih masuk akal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ini nih pasti belum pernah jadi pekerja lapangan ya, maksud lapangan itu kerja di luar kantor om, jadi ya berkunjung ke rumah nasabah gitu. Heheheh

      Hapus
  3. wahhh kakak adalah anak lelaki yang ganteng dan sangat bertanggung jawab.......asli terharu gua.....hikz...hikz

    ku doakan supaya uminya kak santo bisa sembuh serta bisa melihat anak anaknya berkembang menjadi pemuda yang sukses

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang kenyataannya begitu kan aku ngganteng dan bertanggungjawab hehehe

      Iya hidup kan harus milih salah satu, makasih ya doanya.

      Hapus
  4. Ini bau2nya kok promosi cari jodoh. Hahahahaha.
    Ngomong2 soal Bank Bukopin, misua ku dulu pas bujang pernah juga kerja jadi marketingnya Bank Bukopin. Sama, kalau apes malah kena damprat. Hahahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha ya gak lah mbk, masak nyari jodoh sih. Ini murni yang ada dalam isi hatiku.

      Hapus
  5. This comment has been removed by the author.

    BalasHapus
  6. Ngomong -ngomong ibu beliau emang selalu bikin terharuu yaaa.
    Semoga ibu kak santoz lekas sembuh ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbk terimakasih doanya ya. Semoga bisa sembuh.

      Hapus
  7. hari-hari diisi dgn berbakti pd ibu itu balasannya lgsg dari Maha Kuasa ya mas.. semoga ibunda lekas sembuh, pasti bahagia sekali punya anak yg bisa menemaninya dlm keadaan lemah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sudah jadi tanggungjawab anak merawat orang tua mbk. Heehee

      Hapus