Berkunjung ke Kebun Belimbing

Entrance Kebun Belimbing
Suatu hari yang cerah dan cukup terik, aku dan temanku menuju ke suatu tempat yang berada di Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, tujuannya untuk melihat dan menikmati buah belimbing di kebun belimbing.

Setelah menempuh waktu perjalanan sekitar 30 menit saja, aku dan temanku sampai di lokasi, kebetulan jalan dari depan rumahku sampai kebun belimbing sangat bagus jadi di sepanjang perjalanan sangat nyaman deh.

Apalagi motor yang aku tunggangi adalah si gesit dan kencang Yamaha N-MAX (ini bukan promosi lho), sesuai apa yang aku rasakan dan alami sendiri, kalau tidak percaya buktikan aja sendiri.

Belimbing (Starfruit) adalah bauh yang berbentuk seperti bintang jika dipotong-potong kecil, makanya disebut starfruit. Buah yang satu ini memang mempunyai rasa yang manis dan kadang agak sepet kalau belum terlalu matang HAHAHA.

Lokasi kebun belimbing memang agak masuk ke dalam gang dari jalan utama Desa Tarub, tapi janga khawatir karena sudah ada petunjuk jalan dan papan nama, apalagi kalau kamu menggunakan GPS (Gunakan Penduduk Sekitar), HEHEHE.

Sedikit info mengenai kebun belimbing ini, pertama kali digagas oleh seorang warga bernama Winarto, pada tahun 2009 pria lulusan Madrasah Ibtidaiyah (MI) ini membabati tanaman jati seluas 3/4 Hektare miliknya untuk ditanami pohon belimbing. Ada tiga jenis buah belimbing yang ditanam yaitu jenis Dewa, Madu, dan Bangkok Merah.

Pohon Belimbing Madu
Meskipun sempat dicibir akibat usahanya yang ingin membangun agrowisata kebun belimbing, semua itu tidak mempengaruhi niat bapak Winarto, wah hebat banget ya bapak yang satu ini patut dicontoh usahanya. Setelah empat tahun akhirnya kebun belimbing bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah,

Beliau bisa membaca peluang dari banyaknya pengunjung yang datang dari luar Desa Tarub yang berziarah ke Makam Ki Ageng Tarub. Sekarang kebun miliknya sudah menjadi salah satu tujuan wisata yang berada di Grobogan,buka setiap jam 09.00 WIB tutup jam 16.30 WIB

_______

Dilihat dari luar terdapat pintu masuk dan ada tulisan peraturan bagi pengunjung, contoh tidak boleh bawa miras, tidak boleh mencuri belimbing, dan tiak boleh membawa pulang blongsong (bungkus) belimbing. Kemudian aku masuk ke dalam area kebun belimbing, di dalam terdapat puluhan pohon yang dan dihiasi buah belimbing yang menggoda selera. Tiket masuknya gratisss!! cuma bayar parkir aja sih HEHEHE.

Bibit
Setelah melihat-lihat area kebun belimbing, ternyata lumayan ramai dan kebanyakan pengunjung adalah anak-anak sekolah dan remaja yang berpacaran. Bisa dipastikan tempat duduk yang dipojokan sudah terisi penuh oleh para remaja yang berpacaran.

Akhinya aku duduk di bagian tengah dari area kebun, dan langsung memesan rujak belimbing beserta minuman dingin, di area kebun juga banyak penjual makanan seperti bakso bakar, minuman dingin dan lain-lain. Jadi kamu gak usah bawa bekal dari rumah ya.

Rujak nih, mantab!

Tinggal petik
Untuk satu kilo belimbing dan sambal rujak dibanderol Rp 14.000 saja, kamu akan mendapatkan 5 buah belimbing dan satu cepuk sambal yang menurutku nikmat dan pedas, bisa ketagihan deh pokoknya. Kamu juga boleh memtik sendiri buah belimbing langsung dari pohonnya.



Setelah perut ini kenyang, aku menyempatkan diri berjalan-jalan di area kebun dan melihat ibu-ibu yang sedang memblogsong (membungkus) buah belimbing, ada juga yang menyirami pohon dan memetik buah yang sudah matang.

Terdapat juga wifi gratis bagi pengunjung, dan untuk passwordnya sudah tertera di bagian pintu masuk. Kalau kurang paham bisa tanya kepada penjaga.

Oh iya kalau pergi ke tempat wisata rasanya tidak lengkap tanpa oleh-oleh kan, bisa juga kamu membelikan buah belimbing untuk keluarga di rumah.

Waktu sudah menunjukkan jam 14.00, dan cuaca masih juga panas tapi aku harus pulang dan menyudahi wisata ini, sebelum pulang aku juga menyempatkan masuk ke kebun 2, letaknya bersebelahan dari kebun utama.

Di area kebun 2 juga ada puluhan pohon belimbing tapi masih belum berbuah, tersedia tempat duduk yang masih dalam proses pembangunan. Semoga suatu hari nanti Argowisata kebun belimbing menjadi tujuan wisata bagi masyarakat Grobogan dan dari luar Grobogan.

Patuhi peraturan ya.
 Pesan yang bisa aku sampaikan yaitu, jika kamu mempunyai niat yang baik, lakukanlah sesuia keinginanmu, jangan pernah hiraukan mulut orang lain yang belum tentu bisa melakukan seperti apa yang kamu lakukan.

Nah itulah sedikit cerita tentang Argowisata Kebun Belimbing, jika ada waktu kamu bisa mampir dan merasakan manisnya buah belimbing.

Sampai jumpa lagi ya, Daaaaah!!!










21 Responses to "Berkunjung ke Kebun Belimbing"

  1. Jika Adi membeli 47 buat belimbing dan harga 5 buah belimbing Rp 14.000
    Maka berapa uang kembalian Adi jika Adi membayarnya dengan dua lembar uang seratus ribuan?
    Hayo jawab
    DA g bang pohon belimbing tapi buahnya duren?

    BalasHapus
  2. Seru ya, Mas. Baru kemarin aku beli belimbing..he
    Tapi lebihs enak lagi kalau langsung metik dari pohonnya ya..

    Pengen deh keliling gitu di kebun belimbing, belum pernah soalnya.he

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya kalau langsung petik sendiri di kebunnya lebih asyik mas, kalau beli di toko buah kurang greget, gak bisa merasakan nikmatnya buah belimbing dari pohonnya langsung, hehehe.

      Hapus
  3. Hemmm.....berkunjung ke kebun, berkeliling, lalu buah yg kita petik ditimbang. Seperti pengalamanku dulu berkujung ke kebun stroberi dideket tangkuban perahu......hwhehe

    Btw.....ka santo pakai motor nmax?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sama tar, kita metik dulu ditimbang terus dimakan deh langsung di kebunnya.

      iya pakai Nmax nih.

      Hapus
  4. Waah, kalo makan buah dari hasil petikan sendiri mah nuansanya beda. Ada rasa tersendiri yang muncul kalo makan buahnya. Kayaknya seger seger banget tuh buah belimbingnya. Ngiler kan gua jadinya abis baca blog inii :( wkwkkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ngiler bisa berkujung ke sini mas, hehehe daripda ditahan-tahan kan.

      Hapus
  5. Jadi inget pohon belimbing di belakang rumah yg ditebang sama bapak :")
    Apapun buahnya, jalan2 di agrowisata selalu seru menurutku. Apalagi kalo bisa petik buahnya sendiri. Jadi rindu masa2 kecil yg sering piknik ke agrowisata 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, ini mah cuma jalan-jalan ja mbk, kebetulan ada Agrowisata kebun belimbing di daerahku, lain kali bisa mampir ke sini mbk.

      Hapus
  6. bila dipotong membujur bro, bukan dipotong kecil2. kalo dipotong keci2 gak ada bentuknya :D
    Eh belimbing bisa manis ya? selama ini selalu kecut loh, brrti belum masak gitu ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting intinya dipotong mas, kalau dijelasin bisa sebulan gak selesai lho hahaha.

      wah kasian sekali kamu mas, makan belimbing selalu dapet yang kecut wkwkwkw, padahal buah belimbing itu manis lho.

      Hapus
  7. ;ah ternyata belimbing iu ada jenis belimbing madu juga ya
    setauku kalo belimbing itu yaudah belimbng aja wqwq.
    btw aku udah lama banget nig ga makan belimbing ..
    ada kali setahunan mah,
    kamu jadi ngingetin aku sama belimbing.
    nanti kalo ada siabang tukang belimbing aku beli.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga baru tahu kali ini kalau ada jenis belimbing madu hehehe

      Hapus
  8. Wah suka banget tuh aku sama tempat wisata yang petik petik. Macem petik buah apel di malang gitu. Di lampung juga ada wisata daerah kebun duren, abis liat liat pohon duren, terus makan duren sepuasnya. Sampe kenyak. Sampe mabok hahaha

    Tapi kalo belimbing belum pernah coba. Kayaknya di lampung juga belum ada. Adanya pohon belimbing di pekarangan rumah ibu hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah enak tuh bisa petik buah duren langsung mbk hehehe, ya kapan-kapan boleh kok main kesini.

      Hapus
  9. Goks! Pake yamaha nmax. Keren bro! Haha

    Gue taunya belimbing itu asem loh. Gue gak begitu suka, tapi liat disini kayaknya banyak macemnya. Gak asem2 bgt deh. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wwkkwk mungkin kamu kurang beruntung aja makan belimbing asem, kan ada macem-macem seperti belimbing madu sama dewo itu manis lho mas, ya sepet-sepet dikit lah.

      Hapus
  10. wih, asik yak ngerujam sama belumbinh 14.000 aja. Terobosan dan gagasan si pak winarto ini keren abis berarti sih. Dan kerennya lagi, ada wifi gratis eh buset gaul sekali kebun buah yang satu ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang keren dan gaul, dan dari hari ke hari makin banyak pengunjungnya, semakin terkenal aja niih kebun belimbing.

      Hapus
  11. Duhhh ngebayangin belimbing dan sambal rujaknyaaa, jd pgn ngerujak hahahah. muraaah ya mas.. 14 rb bisa dpt 5 ama sambel. Mana bisa harga segitu kalo beli di jakarta :(.

    BalasHapus