Bersyukur Lebih Asyik Daripada Mengeluh



Aku pengen cerita, kemarin pas aku perjalanan pulang dari kota Purwodadi ke rumah aku mampir untuk makan dulu.


Sampai di desa Sukorejo aku menepikan motorku ke depan warung sederhana.


Aku memesan satu porsi nasi rica-rica ayam dan segelas es teh manis.


Setelah menuggu beberapa puluh detik akhirnya ibu warung mengantarkan pesenanku.


Ya karena haus aku minum es tehnya dulu sampai habis.


Ehh malah udah kenyang duluan.


Gak jadi makan deh, bayar es terus pulang.


Lha nasinya San, gak kamu bayar gitu?


Gak gak aku cuma bercanda, tadi itu cuma ngarang kok.


Biar kamu ketawa mringis aja sih hahaha.


Setelah nasi dan rica-rica ayam habis aku telan semua, yang tersisa hanyalah tulang, piring, sendok dan garpu.


Wihhh makannya pakai garpu.


Iya dong emang kamu makan disuapin emakmu hihihihi.


Kemudian aku menyodorkan dua lembar uang sepuluh ribuan kepada ibu warung.


Ehh malah dikembalikan lagi tiga lembar dua ribuan.


Sungguh mulia sekali hatimu ibu warung, uangku dua lembar kamu kembalikan tiga lembar.


Aku bersiap-siap melanjutkan perjalanan pulang, pas mau keluar lewat pintu.


Ehh hapeku bunyi nih, tuiiinggg!! (bunyi notif whatsapp)


Langsung aja tak buka pesan whassap yang masuk tadi, kira-kira dari siapa ya?

Perasaan juga gak punya pacar hehehe.

Lha wong aku ini Jomblo kok.
 

Setelah tak buka kemudian aku baca ternyata isinya dari seseorang yang tidak aku kenal.


Lha wong gak ada namanya dan fotonya kok.


Tapi yang membuat aku seneng sih isinya.


Jadi isinya orang itu nawarin aku sebuah Job Placement, ya semacam jobnya blogger gitu.


Dia tanya apakah bisa blog Santoz Ahmad yang kece (tak tambahin sendiri) diajak kerjasama?


Kemudian dengan polosnya aku mbales “nanti ya soalnya aku masih di jalan mau otw pulang”.


Waktu yang dibutuhkan untuk sampai di rumah sekitar 30 menit, karena penasaran degan jawaban orang tersebut aku mampir ke bengkel temenku.


Letaknya deket dengan rumahku, kubuka hapeku dan ternyata pesan whatsappku masih belum dibaca.


Aku mikir positip aja, mungkin dia lagi sibuk.


Aku sabar menunggu dan menunggu.


Setelah 3 hari gak ada kabar aku mikir dalam hati “mungkin ini belum rejekiku”.


Dan aku memutuskan untuk tidak menunggu tawaran job itu lagi, ya mungkin bayarannya gak seberapa.


Tapi ini tawaran job pertamaku sebagai seorang Blogger ngganteng hehehe.


Karena aku yakin rejeki itu tidak akan tertukar dan rejeki bisa didapat dimanapun kamu berada.


Karena manusia hidup kan sudah di kasih rejeki yang berlimpah sama Allah, dan manusia hanya disuruh berusaha dan doa.

________________

Suatu malam yang dingin (karena aku menyalakan kipas angin) aku tiduran di kamar dan melihat cicak cicak di dinding.


Aku membatin “cicak itu makannya kan nyamuk, tapi kok badannya tetep gemuk ya?”


Kalau dipikir cicak itu kan nempel di dinding dan gak bisa terbang, lha nyamuk punya sayap dan bisa terbang.


Tapi cicak tetep bisa makan nyamuk tuh, malah badannya gemuk lagi.


Nah, dari situlah aku yakin kalau rejeki itu sudah ada yang ngatur dan gak bakal ketukar.


Contoh lainnya katak badannya juga gemuk-gemuk, makannya kan nyamuk, laron, dan hewan terbang lainnya.



Emang kamu pernah lihat cicak atau katak busung lapar?


Ya begitu juga dengan manusia sudah mempunyai jalan rejeki yang beda-beda.


Pekerjaan di dunia ini bermacam-macam, dan belum tentu pekerjaan orang lain mau ditukan dengan pekerjaan kita.


Misal aku punya teman bekerja di bengkel tiap hari ngotak atik mesin dan aku kerja di Bank bagian lapangan, tiap hari kunjungan ke rumah nasabah.


Belum tentu temenku mau aku tukar bekerja di Bank dan aku juga gak bisa bekerja di bengkel.

Kamu belum tahu kan Suka Duka Kerja Di Bank.


Ya itu semua karena manusia mempunyai jalan rejeki masing-masing.


Meskipun hasilnya tidak sama, yang penting kita bisa bersyukur dan menikmati hasil keringat sendiri.


Menurutku sih apapun pekerjaan kita selagi itu halal dan bisa mencukupi kebutuhan (bukan keinginan) dan membuat kita nyaman.


Lakukanlah sepenuh hati dan ikhlas dan jangan pernah iri dengan hasil orang lain.


Ingat bersyukur lebih asyik daripada mengeluh.


Wiiih bisa ngeluarin kata-kata bijak juga aku ya hehehe.

Terkadang manusia masih serakah meskipun sudah dikasih rejeki yang cukup, sampai hewan yang namanya kucing gak kebagian makan.

Lha sekarang kan ada Bandeng Presto, tulang yang tadi bagian untuk kucing malah dimakan semua sama manusia hehehe.

Makanya jangan kaget kalau kucing banyak kucing yang suka nyuri makanan.


Sepertinya sudah dulu ya ceritaku di atas, daripada tak terusin malah ngalor ngidul gak jelas.


Mungkin kamu pernah mengalami atau nantinya juga akan mengalami kejaadian seperti cerita di atas.


Janganlah bersedih, dan tetaplah semangat.


Masih banyak jalan menuju rumah, eh Roma maksudku.


Sek yo!


12 Responses to "Bersyukur Lebih Asyik Daripada Mengeluh"

  1. terima kasih sudah diingatkan

    BalasHapus
  2. terima kasih sudah diingatkan.. btw, kenapa jarak antar kalimatnya jauh banget? didekatkan mungkin ya.. mungkin sekali aja enternya

    BalasHapus
  3. Beberapa minggu lalu muncul sebuah pikiran... bukan pikiran yang bagus. Lalu hari ini nyangkut ke blog ini. Seakan seperti diingatkan untuk selalu bersyukur. Menakjubkan caraNya mengingatkanku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbk lebih baik bersyukur aja dan jangan suka mengeluh. Hehe

      Hapus
  4. Hahaha... gokil ceritanya. Seharusnya tuu tulang ayam juga disikat. Jadi tinggal piring, sendok ma garpu, biar ibu warungnya berterima kasih engga perlu cuci piring.
    Lha, Placement Job-nya gag jadi dapet... aduh sayang ya, tapi emang rizki adalah rahasia yang "diatas." Kita wajib bersyukur, tapi juga kudu "berusaha." Moga dapet yang gede lain kali.

    BTW saya mo komplen neh. Tulisannya udah enak disimak ya, Tapi... Kenapa ukuran font-nya cuma "seupil" nyamuk gitu? Trus spasi antar paragrafnya "kayak rumah di desa-desa." Kebetulan sekarang saya pake PC liatnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iya nih gak jadi dapet, moga aja dapet yang lebih di lain hari.

      Iya itu fontnya tiba-tiba jadi kecil. Padahal pas nulis udah ukuran normal, pas dipublish malah jadi mengkerut kayak gitu.

      Hapus
  5. Hidup meamng indah jika selalu bersyukur dan bersabar pastinya itu adalah kunci sukses

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, sebagai manusia harus pandai bersyukur biar nikmat semakin ditambah.

      Hapus