Ziarah Ke Makam Sunan Kalijaga Demak Dan Nyasar Di Desa Tenggelam

Kemarin hari Rabu 20 Juni 2018, saya dan teman-teman saya ziarah ke makam sunan Kalijaga yang berada di Desa Kadilangu, Kota Demak.

Saya dan teman-teman memilih berziarah karena momennya itu masih lebaran, kalau liburan ke pantai atau wisata alam lainnya saya sudah agak bosan.

Hehehehe.

Daftar personil yang ikut Ziarah ke Makan Sunan Kalijaga:

1. Santoz
2. Roni
3. Rois
4. Yaji
5. Yanto
6. Kopik
7. Rizal
8. Yarom
Pintu Masuk Makam Sunan Kalijaga

Perjalanan ke Makam Sunan Kalijaga


Perjalanan dimulai dari rumah Yaji sekitar jam 09.00 WIB padahal janjiannya jam 07.00 WIB berangkat, emang dasar anak laki-laki susah tepat waktu kalau bikin janji.

Kami berdelapan berboncengan naik motor menuju kota Demak.

Sekitar jam 11.00 WIB kami sampai di tujuan pertama yaitu Makam Sunan Kalijaga yang berada di Kota Demak.

Setelah sampai kami langsung menitipkan motor ke mas-mas parkir dan langsung menuju makam Sunan Kalijaga.

Seperti biasa, banyak peziarah yang berkunjung ke Makam Sunan Kalijaga, gak peduli momen lebaran maupun hari-hari biasa.

Soalnya pada tahun 2017 saya juga sudah pernah kesini dan suasananya sama, yaitu ramai peziarah.

Sebelum masuk kami foto-foto dulu di depan gapura biar kayak anak-anak jaman sekarang.

Oh iya sebelum masuk disarankan untuk melepas alas kaki, tenang aja ada tempat penitipan sepatu / sandal kok.

Ketika masuk area Makam, para peziarah di depan saya menyentuh bagian atas pintu, saya dan teman-teman juga mengikuti hal tersebut.

Sebelumnya jangan lupa absen dulu Coy, salah satu perwakilan mengisi buku daftar kunjungan dan bisa memberikan infaq seikhlasnya aja.

Saya sarankan carilah tempat duduk yang nyaman agar kita bisa membaca tahlil dengan khusyuk.

Setelah selesai membaca tahlil, kamu bisa mencoba minum air dari Gentong peninggalan Sunan Kalijaga, jangan lupa beri infaq seikhlasnya ya.

Menurut info yang ada di papan informasi, terdapat 2 Gentong peninggalan Sunan Kalijaga yaitu Padasan (tempat air wudhu) dan Pedaringan (tempat menyimpan beras) 

Di depan makam terdapat toko souvenir dan oleh-oleh yang bisa kamu beli untuk keluarga di rumah. Banyak souvenir seperti tasbih, asbak, ada juga baju koko, kaos dan oleh-oleh khas seperti dodol dan jenang.

Sepertinya waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB, itu tandanya waktunya sholat Dzuhur, kami melanjutkan perjalanan ke Masjid Agung Demak yang loaksinya tak jauh dari Makam Sunan Kalijaga.

Lokasi Masjid Agung Demak


Letaknya dekat Simpang Enam Demak.

Tepatnya di Desa Kauman, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Masjid Agung Demak diperkirakan didirikan oleh Raden Patah bersama Walisongo, dan dipercaya sebagai tempat berkumpulnya para Wali yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa dengan sebutan Walisongo.

Pas nyampek Masjid kita sholat berjamaah dulu sebelum membaca tahlil.

Kami melanjutkan Ziarah ke makam Raden Patah dan para ulama lain di Masjid Demak.

Museum Masjid Agung Demak

Di samping masjid terdapat museum peninggalan sunan, di dalamnya terdapat tiang masjid, pusaka, Al-Qur'an tulisan tangan, bedug, lampu kun dan lain-lain.

Maaf gak ada fotonya, soalnya tidak boleh mengambil gambar tanpa seijin petugas, sebagai laki-laki gantheng dan taat aturan saya patuhi aja aturan tersebut.

Kalau mau ngambil gambar sih boleh asa ijin petugas, tapi saya gak sempet soalnya lebih tertarik melihat dan membaca barang peninggalan yang berada di museum tersebut.

Apalagi ada tiang masjid dengan ukuran besar dan panjang, gak bisa dibayangkan betapa hebatnya Walisongo.

Takjub Coy.

Kamu bisa melihat serta membaca keterangan barang peninggalan Sunan jaman dulu.

Ya itung-itung sambil belajar sejarah Coy.

Oke setelah itu kami istirahat dan makan siang dulu.

Di dekat masjid terdapat beberapa warung makan yang berderet, banyak juga pilihan menunya.

Dan harganya nyaman di kantong tentunya.


Makam KH. Abdullah  Mudzakir di Desa Tenggelam


Setelah makan sinag kami lanjut menuju Makm KH. A. Mudzakir yang berada di Kelurahan Bedono atau disebut juga Desa Tenggelam.

Wah, saya penasaran juga soalnya baru pertama kali saya datang ke situ.

Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, kami sampai di Desa Tenggelam.

Pas awal kami masuk ke desa tersebut, saya agak heran dan agak kaget juga, banyak rumah-rumah warga yang tenggelam.

Di sepanjang perjalanan banyak kambing ternak yang hidup bahagia, soalnya mereka dilepas dan bisa makan rumput sesuka mereka.

Kalau kambing di desa saya biasanya diiket lehernya.

Lokasi makam KH. A. Mudzakir berada di tengah-tengah laut Coy. keren banget.

Ketika saya datang ke sana air laut lagi pasang, terpakasa saya dan teman-teman jalan kaki, sepatu diititipkan di parkiran.

Maklum baru pertama kali kesini gak persiapan bawa sendal, hehe.

Saran saya kalau mau kesini siapin aja sendal, siapa tahu berguna, sedia sendal sebelum banjir hehe

Jalan Menuju Makam KH. Abdullah Mudzakir
Ini udah separo jalan, masih jauh Coy.
Jarak parkiran dengan makam cukup jauh, tapi tidak membuat kami putus asa, lha wong banyak temennya juga jalan kaki kok haha.

Sepanjang jalan yang kami lewati dikelilingi oleh air dan hutan mangrove.

Pemandangan yang sangat indah dan menakjubkan.

Kami tak melewatkan kesempatan tersebut untuk mengabadikan momen tersebut.

Time to Foto-foto hahaha.

Meskipun berjalan beberpa menit, kami tidak merasa capek karena di sepanjang jalan kami menikmati keindahan alam hutan mangrove dan keindahan alam wanita-wanita cantik, haha.

Oke, akhirnya kami sampai juga di makam KH. A. Mudzakir dan kami langsung membentuk formasi kemudian membaca tahlil dan doa.

Setelah selesai tahlil kami berjalan lagi menuju parkiran, sebelumnya istirahat dulu, sambil ngopi-ngopi dan ngobrol bareng temen-temen.

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 16.00 WIB, waktunya pulang.

Sebelum pulang kita mampir di Masjid untuk melaksanakan Sholat Ashar, gaka ada alasan buat ninggalin sholat, meskipun lagi perjalanan jauh.

Karena sholat itu hukumnya wajib bagi umat Islam.

Oke, setelah beberapa jam menempuh perjalanan akhirnya kami sampai di rumah masing-masing dengan selamat.

Itulah sedikit pengalaman saya dan teman-teman ketika ziarah ke makam Sunan Kalijaga dan KH. Abdullah Mudzakir yang berada di Kota Demak.

Terimakasih sudah mau mampir dan baca cerita dari Santoz Ahmad. Jika kamu melewati Kota Demak, jangan lupa mampir ke salah satu wisata di Demak ya Coy.

Mohon maaf jika tulisan ini terlihat seperti curhat, gak ada edukasinya haha, lha niatan saya cuma berbagi pengalaman, karena blog ini bukan Wikipedia haha.

Baca dong :


Sek yo!

4 Responses to "Ziarah Ke Makam Sunan Kalijaga Demak Dan Nyasar Di Desa Tenggelam"

  1. free? gratis?
    masuk ke makam nya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada kotak infaq dan itupun nominalnya seikhlasnya mas.

      Hehe

      Hapus
  2. Wih liburan ke pantai dan wisata alam udah bosen. Sekarang liburan sambil ziarah. Keren! Haha

    Udah lama bgt gak ziarah. Dulu aja karena ikut study your pas SMA. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bro haha sekarang lagi seneng Ziarah dan menghadiri acara Sholawatan. Biar hati dan pikiran makin adem

      Hapus